Nelayan Keluhkan Tongkang Batu Bara

Balikpapan – Laut Balikpapan kini tak lagi ramah bagi para nelayan tradisional. Hilir mudik tongkang batu bara yang semakin padat mulai menggerus sumber penghidupan mereka. Ceceran emas hitam itu mencemari perairan dan merusak alat tangkap nelayan lokal. Para nelayan mengeluhkan bongkahan batu bara yang kerap tersangkut di jaring mereka.

Kondisi ini, kata anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj, membuat jaring nelayan rusak dan tidak bisa mereka gunakan kembali. Selain kerusakan alat, intensitas lalu lintas kapal besar ini membuat populasi ikan menjauh dari area tangkapan biasa. Hal ini terjadi pada kawasan timur Balikpapan yang menjadi lintasan angkutan batu bara.

“Nelayan lapor ke kami makin sulit mencari ikan. Jaring sering sekali mengangkat batu bara bukan ikan. Hasil tangkapan turun drastis karena laut semakin kotor dan bising oleh tongkang,” ujarnya, Senin (09/03).

Masalah ini, lanjut Siraj, harus mendapat perhatian dari pihak berwenang. Ia menilai aktivitas pengangkutan ini sudah mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan lingkungan. Harusnya pengawasan di wilayah perairan harus berjalan lebih ketat. Terutama pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai garda terdepan pengatur lalu lintas laut.

“Ini persoalan serius yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami minta instansi terkait tidak tutup mata melihat kondisi nelayan kita. KSOP dan instansi pengawas lainnya harus bertindak. Jangan sampai kepentingan bisnis mematikan nelayan kecil,” jelasnya.

Siraj mengingatkan setiap perusahaan transportasi laut wajib memastikan muatannya tidak tumpah ke perairan. Temuan nelayan ini menunjukkan adanya kelalaian dalam pengawasan teknis pemuatan batu bara di atas tongkang. Terbukti dengan banyaknya material yang jatuh dan mengendap di dasar laut.

DPRD Balikpapan berencana memanggil pihak-pihak terkait dalam waktu dekat. Mereka ingin mengonfirmasi sejauh mana pengawasan lingkungan yang sudah berjalan selama ini. Pertemuan tersebut akan mencari solusi konkret agar aktivitas industri dan sektor perikanan bisa berjalan beriringan tanpa saling merugikan.

“Para nelayan tentunya menunggu langkah nyata dari pemerintah dan otoritas pelabuhan. Mereka berharap laut kembali bersih agar jaring mereka tidak lagi menjaring batu bara,” tambah wakil rakyat dari Balikpapan Timur ini. (man)