DPRD Minta Pemkot Cegah Aksi Borong

Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong bahan pokok menjelang Idul Fitri. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas stok dan mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali di pasaran.

Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Suriani, mengatakan perilaku belanja berlebihan justru merugikan masyarakat sendiri. Ia menilai aksi borong seringkali memicu kekosongan barang secara mendadak. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu psikologi pasar dan memancing kenaikan harga secara liar.

“Kami meminta warga belanja dengan bijak dan sesuai kebutuhan saja. Jangan sampai ada ketakutan berlebih yang memicu panic buying. Ini tentu tidak bagus dan bisa memicu saling borong,” ujarnya, Senin (09/03).

Suriani menyebutkan informasi terakhir menunjukkan stok pangan di kota minyak masih berada pada level aman. Pemerintah Kota Balikpapan telah memberikan jaminan penuh terkait ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga pasca lebaran nanti. Sementara pihak DPRD turut memastikan pasokan dari distributor tetap mengalir lancar ke pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.

Meski stok aman, DPRD tetap mengingatkan satuan kerja untuk memperketat pengawasan di lapangan. Dinas terkait kini rutin memantau pergerakan harga dan volume pembelian setiap hari. Langkah preventif ini berfungsi untuk mendeteksi dini fluktuasi harga yang tidak wajar di tingkat pedagang.

“Petugas terus mengawasi rantai distribusi. Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang menimbun barang di tengah meningkatnya kebutuhan warga. Kan biasa hukum pasar permintaan naik barang jadi langka,” jelasnya.

Menurut Suriani masyarakat harus membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas ekonomi kota. Yakni melalui kerja sama antara konsumen dan pemerintah yang menjadi kunci utama pengendalian inflasi daerah. Jika warga tetap tenang dalam berbelanja, maka harga barang akan tetap stabil hingga hari lebaran tiba.

“Pemerintah biasanya menyiapkan operasi pasar di akhir Ramadan. Itu bentuk upaya stabilkan harga di pasaran. Intinya kita ingin harga stabil dan stok tersedia. Jadi warga jangan sampai melakukan aksi saling borong,” tuturnya lagi.

Melalui intervensi ini, tambah Suriani, DPRD berharap daya beli masyarakat tetap terjaga tanpa harus menguras stok di pasar umum. Selama ada kepastian stok maka warga tidak perlu khawatir akan kekurangan pangan. DPRD Balikpapan optimis Idul Fitri tahun ini akan berjalan khidmat tanpa kendala distribusi kebutuhan pokok. (man)